Translate

Rabu, 28 November 2012

GAS KLORIN




Klor (bahasa Yunani : Chloros, "hijau pucat" ) , adalah unsur kimia dengan simbol Cl dan nomor atom 17. Dalam tabel periodik , unsur ini termasuk kelompok halogen atau grup 17 (sistem lama: VII or VIIA). Dalam bentuk ion klorida, unsur ini adalah pembentuk garam dan senyawa lain yang tersedia di alam dalam jumlah yang sangat berlimpah dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua bentuk kehidupan, termasuk manusia. Dalam bentuk gas, klorin berwarna kuning kehijauan, dan sangat beracun. Dalam bentuk cair atau padat, klor sering digunakan sebagai oksidan, pemutih, atau desinfektan.
  • Sejarah
Ditemukan oleh Scheele pada tahun 1774 dan dinamai oleh Davy pada tahun 1810. Klorin ditemukan di alam dalam  keadaan berkombinasi dengan gas Cl, senyawa dan mineral seperti Karnalit dan silvit.
  • Sifat-sifat
Gas klorin berwarna kuning-kehijauan, dapat larut dalam air, mudah bereaksi dengan unsur lain. Klorin dapat mengganggu  pernapasan, merusak selaput lendir dan dalam wujud cairnya dapat membakar kulit. Klorin  tergolong dalam grup unsur halogen (pembentuk garam) dan diperoleh dari garam klorida dengan mereaksikan zat oksidator atau lebih sering dengan proses elektrolisis. Merupakan gas berwarna kuning kehijauan  dan dapat bersenyawa dengan hampir semua unsur. Pada suhu 10oC,  satu volume air dapat melarutkan 3.10 volume klorin, sedangkan pada suhu 30oC hanya 1.77 volume.

·        Kewujudan

Secara semula jadi, klorin hanya dijumpai dalam bentuk ion klorida. Klorida membentuk kebanyakan garam zat terlarut dalam lautan bumi— kira-kira 1.9% jisim air laut adalah ion klorida. Larutan klorida dengan kepekatan lebih tinggi dijumpai di Laut Mati dan longgokan air garam bawah tanah.
Kebanyakan klorida larut dalam air, oleh itu klorida pepejal biasanya hanya ditemui dengan berlimpahnya di kawasan beriklim kering, atau bawah tanah. Mineral klorida biasa termasuklah halit (natrium klorida), sylvite (kalium klorida), dam karnalit (kalium magnesium klorida heksahidrat).
Secara industinya, unsur klorin biasanya dihasilkan melalui elektrolisis natrium klorida yang terlarut dalam air. Bersama dengan klorin, proses kloralkali ini menghasilkan gas hidrogen dan natrium hidroksida, mengikut persamaan kimia
2 NaCl + 2 H2O → Cl2 + H2 + 2 NaOH

·        Isotop-isotop

Terdapat dua isotop stabil klorin yang utama, yang berjisim 35 dan 37, masing-masing dijumpai dalam nisbah bandingan 3:1, memberikan atom-atom klorin secara pukalnya mempunyai berat atom nyata 35.5. Klorin mempunyai 9 isotop dengan nombor jisim berjulat antara 32 ke 40. Hanya tiga daripada isotop-isotop ini wujud secara semula jadi: 35Cl (75.77%) dan 37Cl (24.23%) stabil, serta 36Cl yang beradioaktif. Nisbah 36Cl kepada Cl stabil dalam persekitaran adalah kira-kira 700*10-15 kepada 1. 36Cl dihasilkan dalam atmosfera melalui perkecaian 36Ar oleh tindakan dengan proton] sinar kosmik. Dalam persekitaran subpermukaan, 36Cl dihasilkan terutamanya akibat daripada tawanan neutron oleh 35Cl atau tawanan muon oleh 40Ca. 36Cl mereput menjadi 36S dan seterusnya 36Ar, dengan gabungan separuh hayat selama 308,000 tahun. Separuh hayat isotop tak reaktif yang hidrofili ini menyebabkannya bersesuaian sebagai pentarikhan geologi dalam julat antara 60,000 kepada 1 juta tahun. Tambahan pula, kandungan besar 36Cl dihasilkan melalui penyinaran air laut semasa peledakan atmosfera senjata nuklear antara tahun 1952 and 1958. Masa mastautin 36Cl dalam atmosfera adalah kira-kira 1 minggu. Oleh itu, sebagai penanda peristiwa air tanah dan air bawah tanah tahun 1950-an, 36Cl juga berguna untuk mentarikhkan air kurang daripada 50 tahun dari masa kini. 36Cl juga digunakan dalam lain-lain bidang dalam sains geologi, termasuklah pentarikhan ais dan endapan.

  • Penanganan
Klorin  mengiritasi sistem pernapasan. Bentuk gasnya mengiritasi lapisan lendir dan bentuk cairnya bisa membakar kulit. Baunya dapat dideteksi pada konsentrasi sekecil 3.5 ppm dan pada konsentrasi 1000 ppm berakibat fatal setelah terhisap dalam-dalam.  Kenyataannya, klorin digunakan sebagai senjata kimia pada perang gas di tahun 1915. Terpapar dengan klorin tidak boleh melebihi 0.5 ppm selama 8 jam kerja sehari-40 jam per minggu.
  • Kegunaan
Klorin digunakan secara luas dalam pembuatan banyak produk sehari-hari. Klorin digunakan untuk menghasilkan air minum yang aman hampir di seluruh dunia. Bahkan, kemasan air terkecil pun sudah terklorinasi.
Klorin juga digunakan secara besar-besaran pada proses pembuatan kertas, zat pewarna, tekstil, produk olahan minyak bumi, obat-obatan, antseptik, insektisida, makanan, pelarut, cat, plastik, dan banyak produk lainnya.
Kebanyakan klorin diproduksi untuk digunakan dalam pembuatan senyawa klorin untuk sanitasi, pemutihan kertas, desinfektan, dan proses tekstil. Lebih jauh lagi, klorin digunakan untuk pembuatan klorat, kloroform, karbon tetraklorida, dan ekstraksi brom.
Kimia organik sangat membutuhkan klorin, baik sebagai zat oksidator maupun sebagai  subtitusi, karena banyak sifat yang sesuai dengan yang diharapkan dalam senyawa organik ketika klor mensubtitusi hidrogen, seperti dalam salah satu bentuk karet sintetis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar